Optimalisasi Peran Kader Dan Ibu Balita Dalam Membantu Mensukseskan Program Gerakan Peduli Asi Perah “Gali Asi” Di Siangan, Gianyar, Bali
Main Article Content
Abstract
Pemberian air susu ibu secara eksklusif merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Air susu ibu (ASI) di berikan selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lainnya dan di lanjutkan hingga umur 2 tahun, pemberian ASI dapat mengurangi angka kematian bayi dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pemberian ASI perah (ASIP) merupakan salah satu upaya pendukung untuk mensukseskan pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian ASI perah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga maupun lingkungan sekitar. Peran kader kesehatan dapat membantu meningkatkan upaya pemberian ASI eksklusif melalui pemberian ASI Perah (ASIP) sehingga ibu menyusui tidak perlu menggantikan ASI dengan susu formula saat ada kegiatan diluar rumah maupun bekerja. Pada saat ini masih banyak ditemukan ibu-ibu yang tidak mmberikan asi eksklusif kepada bayinya karena alasan bekerja. perlu tindak lanjut berupa penguatan keterampilan penyampaian informasi pengelolaan ASIP. Maka dari itu, beberapa pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan dapat berperan dalam kegiatan penguatan keterampilan pengelolaan ASIP pada kader setempat.
Article Details
References
Suyanto, A. A., & Nurfa’izah, D. A. (2017) Identifikasi Pengetahuan Kader Tentang Persiapan Menjadi Kader Pendamping ASI di Kelurahan Wahno Jayapura.’, SAINS: Jurnal MIPA dan Pengajarannya, 17(1)
Sulistyowati, A. A. D. D. I. (2021). Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Melalui Promosi ASI Eksklusif Dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal Masyarakat Mandiri, 5(4)
Roesli. (2008). Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Pustaka Bunda