Membangun Keluarga Sehat: Peran Pkk Dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Ibu
Main Article Content
Abstract
Keluarga sehat adalah keluarga yang mampu menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan seluruh anggotanya secara fisik, mental, dan sosial. Keluarga sehat ditandai dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Kesehatan keluarga tidak hanya ditentukan oleh ketiadaan penyakit, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjaga keharmonisan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anggota keluarga. Konsep keluarga sehat menekankan pentingnya peran setiap anggota keluarga dalam menjaga kesehatan secara kolektif. Ayah, ibu, dan anak memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang kesehatan reproduksi melalui peran aktif PKK, meningkatkan pemahaman ibu tentang konsep dasar kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan metode: koordinasi dengan kader PKK dan dasawisma. Penyuluhan langsung dengan media presentasi. Diskusi dan tanya jawab untuk mengevaluasi materi dan membuka ruang interaksi dengan peserta dasawisma. Sharing pengalaman oleh peserta PKK, beberapa media edukasi yang digunakan leaflet, poster, dan media presentasi. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Bangunharjo dusun druwo rt 02. Pada hari rabu tanggal 10 desember 2025 pukul 13.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Pada acara ini dilakukan evaluasi dengan bertanya kembali tentang materi yang sudah disampaikan, tanggapan peserta terhadap pertanyaan yang diberikan baik, orangtua dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan benar.
Article Details
References
Safitri, R. (2024). Penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 81–86.
Kurnia Wati, P. M., & Kusmawati, I. I. (2025). Penyuluhan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan kesiapan menghadapi menopause pada ibu-ibu PKK. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penerapan Ilmu Pengetahuan, 6(1), 36–42.
Fitriyanti, N., & Susilowati, E. (2024). Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap edukasi pranikah pada calon pengantin. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2).
Kana, Y. N. R., et al. (2024). Dasar Kesehatan Reproduksi. Sada Kurnia Pustaka.
Praktik kesehatan reproduksi pada remaja pasca penyuluhan. (2024). Journal of Telenursing (JOTING), 6(1), 1697–1705.
Ambikairajah, A., Walsh, E., & Cherbuin, N. (2022). A review of menopause nomenclature. Reproductive Health, 19(1), 1–15.
Azizah, N., Bachtiar, F., & Saadiyah, S. (2020). Pengaruh senam osteoporosis terhadap keseimbangan wanita pascamenopause. Indonesian Journal of Health Development, 2(1), 1–6.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Badan Pusat Statistik. (2025). Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin. Jakarta: BPS.
World Health Organization (WHO). (2018). Reproductive health strategy. Geneva: WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Kemenkes RI.