Program Inovasi Senada (Senam Anti Dismenorea) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea
Main Article Content
Abstract
Dismenorea merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Rendahnya pengetahuan mengenai penyebab, faktor risiko, dan penanganan dismenorea menyebabkan sebagian besar remaja belum mampu melakukan upaya penanganan nonfarmakologis secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam penanganan dismenorea melalui Program Inovasi SENADA (Senam Anti Dismenorea). Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain pengabdian edukatif-partisipatif dengan pendekatan one-group pretest-posttest, yang meliputi penyuluhan kesehatan reproduksi, demonstrasi dan praktik senam anti dismenorea, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pagu, wilayah kerja UPTD Puskesmas Pagu Kabupaten Kediri dengan melibatkan 40 remaja putri sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 61,38 pada pre-test menjadi 86,75 pada post-test. Sebanyak 85,0% peserta memiliki tingkat pengetahuan kategori baik setelah interavensi, 92,5% peserta mampu mempraktikkan gerakan SENADA dengan kategori baik hingga sangat baik, dan 97,5% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Program SENADA menunjukkan potensi sebagai media edukasi kesehatan reproduksi berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam penanganan dismenorea serta mendukung upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan.
Article Details
References
Armour, M., Parry, K., Manohar, N., Holmes, K., Ferfolja, T., Curry, C., & Smith, C. A. (2019). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in adolescents: A systematic review. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 32(5), 536–543.
Aboushady, R. M., & El-Saidy, T. M. (2021). Effect of stretching exercises on primary dysmenorrhea among adolescent girls. Nursing Open, 8(3), 1235–1242.
Aziato, L., Dedey, F., & Clegg-Lamptey, J. (2020). The experience of dysmenorrhea among adolescent girls and young women: A qualitative study. BMC Women’s Health, 20(1), 1–9.
Burnett, M., & Lemyre, M. (2017). No. 345: Primary dysmenorrhea consensus guideline. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 39(7), 585–595.
Chen, C. X., Kwekkeboom, K. L., & Ward, S. E. (2021). Self-management strategies for primary dysmenorrhea among young women: A systematic review. Pain Management Nursing, 22(2), 164–172.
Coco, A. S. (2019). Primary dysmenorrhea. American Family Physician, 99(3), 164–170.
Hu, Z., Tang, L., Chen, L., Kaminga, A. C., & Xu, H. (2020). Prevalence and risk factors associated with primary dysmenorrhea among female students: A systematic review and meta-analysis. BMJ Open, 10(8), e034778.
Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2019). The prevalence and risk factors of dysmenorrhea. Epidemiologic Reviews, 36(1), 104–113.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, H., Nurhayati, E., & Pratiwi, D. (2023). Pendidikan kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenorea. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 15–22.
Ningsih, R., Sari, N., & Fitriani, Y. (2023). Efektivitas senam dismenorea terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 98–106.
Ortiz, M. I. (2020). Primary dysmenorrhea among adolescent girls and treatment with exercise. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 149(2), 153–158.
Putri, A. R., & Handayani, S. (2024). Edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenorea. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(1), 45–53.
Rahmawati, D., & Wulandari, S. (2022). Pengaruh senam dismenorea terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 123–130.
Sari, D. P., & Yuliana, E. (2023). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku penanganan dismenorea pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(3), 210–218.
Unsal, A., Ayranci, U., Tozun, M., Arslan, G., & Calik, E. (2020). Prevalence of dysmenorrhea and its effect on quality of life among university students. Journal of Clinical Nursing, 29(9–10), 1698–1706.
Wahyuni, S., & Astuti, R. (2022). Pengaruh senam dismenorea terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 18(1), 55–62.
World Health Organization. (2023). Adolescent health. Geneva: World Health Organization.
Widyaningrum, R., & Kurniawati, L. (2024). Pelatihan senam dismenorea sebagai upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri. Jurnal Abdimas Kesehatan, 6(1), 12–20.
Yuniarti, S., Yustanta, B. F., Kowaas, I. N., et al. (2024). The Effect of Health Education Programs on Adolescents’ Knowledge and Attitudes regarding Reproductive Health. Journal of World Future Medicine, Health and Nursing, 2(2), 325–338.
Yustanta, B. F. (2023). Analysis of Factors Associated with Early Menarche in Adolescents.