Evaluasi Pretest-Posttest Program Partisipatif untuk Penguatan Resiliensi Psikologis dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan Diaspora Indonesia di Taiwan

Main Article Content

Paramitha Amelia Kusumawardani
Evi Rinata
Hamzah Setiawan
Ribangun Bamban Jakaria
Nanda Fitriana
Vidya Wati Dwi Ramadhani

Abstract

Perempuan Indonesia yang tinggal di Taiwan dapat menghadapi tekanan adaptasi, tuntutan kerja, keterbatasan dukungan psikososial, dan hambatan memperoleh informasi kesehatan yang sesuai dengan bahasa serta konteks budaya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi psikologis dan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi perempuan diaspora Indonesia di Taiwan. Program dilaksanakan pada Maret 2026 di Tainan, Taiwan, dan melibatkan 28 peserta yang direkrut melalui Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Taiwan. Evaluasi menggunakan rancangan satu kelompok pretest-posttest dengan kegiatan berupa identifikasi kebutuhan, ko-desain materi, lokakarya, pelatihan pengelolaan stres, konseling kelompok, dan refleksi. Pemahaman mengenai resiliensi psikologis dan pengetahuan kesehatan reproduksi dinilai menggunakan kuesioner evaluasi internal yang ditinjau dari kesesuaian isi dan kejelasan bahasa, tetapi belum diuji secara psikometrik. Data analisis secara deskriptif. Proporsi peserta dalam kategori pemahaman resiliensi psikologis tinggi berubah dari 10/28 (35,7%) menjadi 20/28 (71,4%), sedangkan proporsi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi memadai berubah dari 11/28 (39,3%) menjadi 22/28 (78,6%). Temuan menunjukkan perubahan positif jangka pendek, tetapi efek kausal dan keberlanjutan hasil belum dapat disimpulkan karena tidak terdapat kelompok pembanding dan pengukuran tindak lanjut.

Article Details

How to Cite
Paramitha Amelia Kusumawardani, Evi Rinata, Hamzah Setiawan, Ribangun Bamban Jakaria, Nanda Fitriana, & Vidya Wati Dwi Ramadhani. (2026). Evaluasi Pretest-Posttest Program Partisipatif untuk Penguatan Resiliensi Psikologis dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan Diaspora Indonesia di Taiwan. ABDIMAS Madani, 8(02), 89-100. https://doi.org/10.36569/abdimas.v8i02.256
Section
Articles

References

Anjara, S. G., Nellums, L. B., Bonetto, C., & Van Bortel, T. (2017). Stress, health and quality of life of female migrant domestic workers in Singapore: A cross-sectional study. BMC Women’s Health, 17(1), 98. https://doi.org/10.1186/s12905-017-0442-7
Arifah, I., & Sharfina, M. F. (2019). Hambatan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Kesehatan, 11(2). https://doi.org/10.23917/jk.v11i2.7532
Brance, K., Chatzimpyros, V., & Bentall, R. P. (2024). Social identity, mental health and the experience of migration. British Journal of Social Psychology, 63(4), 1681–1700. https://doi.org/10.1111/bjso.12745
Hasanah, H. (2017). PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 11(2), 229. https://doi.org/10.21580/sa.v11i2.1456
Ishaq, M., Mubassir, A., Arifin, M. Z., & Saiful, M. (2025). Membangun Kesadaran Masyarakat Di Lingkungan Perkampungan Desa Transisi Kota: Pendekatan Participatory Action Research. NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA, 2(1). https://doi.org/DOI:%2010.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i1.117
Lubis, A. H. (2024). RESILIENSI : Kemampuan Beradaptasi Dan Bertahan Dalam Menghadapi Tantangan Hidup Yang Sulit. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 2(3), 1203–1208. https://doi.org/https://doi.org/10.47233/jpdsk.v2i3
Romadlona, N. A., Sapto Adi, Farah Farida Tantiani, & Deslaely Putranti. (2024). Empowering Indonesian Migrant Workers in Taiwan through Stress Management Training. Community Development Journal, 8(2), 366–373. https://doi.org/10.33086/cdj.v8i2.6293
Walther, L., Amann, J., Flick, U., Ta, T. M. T., Bajbouj, M., & Hahn, E. (2021). A qualitative study on resilience in adult refugees in Germany. BMC Public Health, 21(1), 828. https://doi.org/10.1186/s12889-021-10817-6