Edukasi Pembuatan Dan Penggunaan Ramuan Jamu Saintifik Untuk Penyakit Hipertensi Di Kradenan Srimulyo Piyungan Bantul

Isi Artikel Utama

Kiki Rizki Handayani
Fitri Yuliani

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat pada kelompok lanjut usia dan memerlukan pendekatan penanganan komplementer berbasis bukti ilmiah. Jamu saintifik merupakan hasil pengembangan jamu tradisional yang telah teruji efektivitas dan keamanannya secara ilmiah sehingga dapat digunakan sebagai terapi pendukung pengendalian hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pembuatan dan penggunaan jamu saintifik untuk pengendalian hipertensi melalui metode ceramah interaktif dan penayangan video edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2025 di Masjid Padukuhan Kradenan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, dengan peserta sebanyak 23 orang anggota posyandu lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri atas sepuluh pernyataan benar–salah terkait materi jamu saintifik dan pengelolaan hipertensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, di mana nilai posttest menunjukkan 91,3% peserta berada pada kategori sangat baik, dibandingkan 0% pada pretest. Edukasi menggunakan media audiovisual dinilai efektif meningkatkan pemahaman lansia terhadap konsep saintifikasi jamu, cara perebusan yang benar, dan prinsip keamanan penggunaannya. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong pemanfaatan jamu berbasis bukti ilmiah sebagai terapi pendukung yang aman dan rasional pada pengendalian hipertensi.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Akbar, H. I. (2025). Studi Penggunaan Obat Tradisional pada Lansia dengan Hipertensi Derajat 2 di Posyandu Lansia. Clinergy: Jurnal Public Health and Clinical Science, 1(1), 38–47.
B2P2TOOT. (2019). Sebelas Ramuan Jamu Saintifik Pemanfaatan Mandiri. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Handayani, K. R., & Yuliani, F. (2024). Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Ramuan Jamu Saintifik Untuk Penyakit Asam Urat di Garasi Dakwah Sleman Yogyakarta. Abdimas Madani, 6(2), 62–67.
Handayani, K. R., & Yuliani, F. (2025). Sosialisasi pemanfaatan bumbu dapur sebagai minuman herbal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Abdimas Madani, 7(1), 22–27.
Hasanah, A. U., Ameliya, E., Pratama, R. A., Sa’diyah, P. W., Ramadani, N. M. R., Muyassarah, Z. R., & Sultan, M. (2025). TERAS LANSIA: Edukasi Interaktif dan Pemanfaatan Minuman Herbal untuk Pengendalian Hipertensi. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 670–679.
Kautsari, F. W., & Handayani, K. R. (2024). Edukasi Pembuatan Ramuan Jamu Saintifik Untuk Hiperlipidemia Di Garasi Dakwah Sleman Yogyakarta. Jurnal Abdimas Madani, 6(2), 58–61.
Kautsari, F. W., & Handayani, K. R. (2025). Peningkatan Pemahaman Lansia Dalam Konsumsi Obat Dan Peran Jamu Sebagai Terapi Komplementer Di Dusun Kradenan. Jurnal Abdimas Madani, 7(1), 33–37.
Margareth, Y. M., Hafizah, E. S., Rahmadiah, S., Sulastri, A., & Amalia, L. (2025). The Effectiveness of Combined Herbal Therapy and Conventional Therapy on Hypertension: A Literature Review of Clinical Trials and Methodological Limitations. Journal of Regenerative Medicine and Molecular Innovation, 1(9), 356–364.
Sangkal, A. (2023). Pelatihan teknik pembuatan jamu saintifik hipertensi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(1), 106–111. https://ejournal.unimman.ac.id/index.php/pengabmas106
Triyono, A., Ridha, P., & Ardianto, D. (2018). Uji Klinik Khasiat Sediaan Rebusan Ramuan Jamu Hipertensi Dibanding Seduhan Jamu Hipertensi. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16(1), 78–85.
World Health Organization. (2023). Global Report on Hypertension the Race Against a Silent Killer. World Health Organization.
Yuliani, F., & Kautsari, F. W. (2025). Edukasi pembuatan dan penggunaan ramuan jamu saintifik untuk penyakit hipertensi di Garasi Dakwah Sleman Yogyakarta. Jurnal Abdimas Madani. Jurnal Abdimas Madani, 7(1), 17–21.